Sleep Tight Bro'- a letter from Indra Mahitala
Buat Adikku Armyn yang belum pernah aku kenal,
Saya mendengar kabar tentang keadaanmu minggu malam, dari sahabatku, Sigit
"Jawir".
Saat mendengar saya langsung kaget dan sedih, karena otakku langsung
mengajak flash back 11 tahun silam?.. situasi yang hampir sama terjadi pada
saya waktu itu. Sebagai anak teknik sipil, anggota muda M (91-ABK), dalam
masa pengembaraan untuk WS panjat tebing di Gunung Ringgit Jatim bersama 2
orang rekan lain?Rahmat "Betot" dan Hery Ginting
Pada saat itu kita bertiga sedang memanjat di ketinggian 60 meter, setelah
3 hari pemanjatan, kita menghadapi suatu kendala harus memilih jalur mana
yang hendak dilewati, rekan-rekan saya yang lain menyarankan jalur kanan
yang lebih landai, relatif mudah walaupun jarak tempuhnya jauh dan akan
memakan waktu dua kali lipat? namun saya lebih memilih jalur straight
tengah yang lebih pendek namun cukup sulit dan overhang? karena saya yang
selalu menjadi leader dan yakin akan kemampuan saya? Rahmat dan Hery hanya
bisa diam saja?
Namun satu hal yang belum saya perhitungkan yaitu batuan tebing yang belum
pernah dipanjat oleh orang lain itu ternyata fracture (rapuh), walaupun
ketika dipasang anchor dan dicoba sangat meyakinkan? namun semua itu bukan
jaminan? dan benar saja pada saat di track overhang? kaki saya slip dan
jatuh? untung ada anchor. Betapa shocknya saya ketika mengetahui bahwa dari
tiga anchor yang saya pasang, tinggal satu yang bertahan? itupun anchor
bor?
Saya sempat termenung lama bergelantung di tali, Rahmat yang jadi belayer
berteriak menanyakan ada apa? karena dari posisinya dia tidak bisa tahu
kejadiannya?
Saya sempat down, karena selama berlatih, saya belum pernah merasakan jatuh
di tebing? dan saya sempat menyesal bahwa kejadian tersebut bisa saja
terjadi kepada kedua rekan saya yang lain bahkan bukan tidak mungkin lebih
fatal?. Saya marah pada diri sendiri kenapa saya terlalu memaksakan diri,
mengejar target?yang dapat membahayakan diri saya dan kedua rekan saya yang
lain?Mungkin saya termotivasi nasihat senior saat diklatsar yaitu " Kamu
pasti bisa bila kamu yakin kamu bisa "
Akhirnya setelah cooling down, saya melanjutkan pemanjatan melalui jalur
lain yang lebih landai walaupun makan waktu lebih lama? dan pada akhirnya
sampai juga kami di puncak tebing?. Dengan bangga kami bertiga berpotret
bersama di puncak tebing dengan bendera mahitala dan tak lupa masing-masing
memakai torniket pinjaman?
Lepas sudah beban kami? tercapai sudah target kami?
Apakah semua itu berakhir sampai di sana? tentu tidak? karena setelah
pulang ke Bandung, kami harus mempertanggung jawabkan ekspedisi ini di
depan sidang majelis?para senior?
Namun dalam sidang WS, kami diputuskan tidak/belum lulus dikarenakan tebing
kami tidak setinggi yang disyaratkan, tingkat kesulitan rata-ratanya
dibawah standar dan minimnya dokumentasi?
Dan oleh karena itu kami belum berhak untuk menggunakan torniket M?.dan
harus memperbaiki laporan WS kami?
Keputusan itu benar-benar menjatuhkan mental dan membuat kami frustasi?
Akhirnya kami bertiga sepakat bahwa kami tidak akan memperbaiki apapun yang
sudah kami laporkan?dan apapun yang terjadi tidak akan kami sesali termasuk
kesempatan untuk mendapatkan torniket?
Buat kami, pada saat itu, sudah cukup pengembaraan kami, tiga orang
angkatan muda melaksanakan suatu ekspedisi panjat tebing tanpa didampingi
satupun kakak senior (dengan tanpa mengecilkan dukungan kakak kami Bang
Ambrin Siregar yang datang ke site satu hari menjelang berakhirnya
ekspedisi), lokasi tebing yang harus ditempuh dengan jalan selama satu hari
dari desa terdekat,?
Buat kami, ekspedisi tersebut sudah menyatukan persaudaraan kami bertiga,
mendewasakan kami, meningkatkan kecintaan dan kepasrahan kami kepada Yang
Mahakuasa, nothing else?
Buat adikku Armyn, apapun yang kamu lakukan, itu merupakan
pengembaraan?keyakinan untuk selalu mencari sesuatu? kamu sudah melakukan
suatu perjalanan, it is your final journey? berbahagialah bahwa
pengorbananmu pasti akan membawa suatu yang berarti bagi saudara-saudarimu
di M di kemudian hari seperti kamipun yang berbahagia bahwa kamu
melanjutkan pengembaraanmu ke gunung yang paling tinggi, sungai dan hutan
yang paling indah, disana?
Istirahatlah dengan tenang adikku ?you will not be forgotten in
Mahitala?because you are always be in our heart?There always be a room for
you in our heart?
Denpasar, Bali ? 14 Juli 2003
Indra "Boker" Wirawan ? M 91382 ABK
posted at 11:14 PM