henky1 vaiodream.com

A petroleum engineer by profession, an adventurer by heart, a dreamer by nature.... It's all about a dream world and everything that I'm dreaming of.

NG
For more pictures,
click here !
Journal

Finding your VaioDream archive :



Power by:

Hi guys,
Only the blog-part of my website will be posted in three languages; English, French and Indonesian! I hope it would be a nice cultural interaction ..... Have a nice reading.
Sunday, November 17, 2002
 
Mussé de Picasso

Dua tahun sudah berlalu di Eropa, banyak negara dan tempat-tempat sudah di kunjungi tapi Paris malah seperti belum tersentuh. Tiga bulan lagi tersisa di sini untuk mengejar ketinggalan dan menjelajahi kota ini.
Voilà ……. Je vais au Mussé Picasso, ce week-end J

Le Marais

Terletak di daerah aristrokratik abad XVII, Museum Picasso di Le Marais benar2 berada di daerah yang nyaman dan tenang. Kawasan Le Marais yang di tinggal para bangsawan penghuninya pada jaman Revolusi Perancis ini, sekarang dipenuhi boutique2 dan kafe2 kecil yang memberi nuansa bersahabat dan jauh dari kesan ariktrokrat borjuis.

Salah satu puri bersejarah di kawasan ini adalah Hotel Aubert de Fontenay yang lebih dikenal dengan Hotel salé. Dibangun pada tahun 1956 – 1659 untuk Pierre Aubert, tuan tanah dari Fontenay, Hotel Salé mengalami banyak pergantian pemilik di kemudian hari. Puri ini sempat disewakan untuk Duta Besar Negara Venezia (1671), Marcéchal de Villeroy (1688) sebelum di ambil alih oleh pemerintah perancis setelah Revolusi Perancis.

Sejak saat itu Hotel Salé digunakan untuk kepentingan pendidikan sebelum menjadi Museum Picasso tahun 1985. Salé sendiri dalam bahasa Perancis berarti asin yang diambil dari pekerjaan pendirinya, Pierre Aubert yang banyak menerima penghasilan dari pajak garam.

Picasso

José Ruiz Picasso lahir di Malaga, Spanyol pada 25 october 1881 dari seorang ayah guru lukis, José Ruiz Blasco dan ibu Marla Picasso y Lasis. Pada tahun 1895 José Blasco pindah ke Barcelona untuk mengajar lukis di School of Fine Art, La Lanja, Picasso mendapat kesempatan untuk belajar di kelas lanjutan di sekolah ini.

Spanish couple before an Inn Picasso kecil sudah menunjukkan bakatnya yang besar. Gambar di kiri yang berjudul Spannish Couple Before an Inn, dilukis dengan crayon pada saat berumur 9 tahun. Banyak orang yang menyamakan keberanian garis dan komposisi warnanya dengan pelukis terkenal Raphael dari Italy.

Pada masa remajanya Picasso sempat beberapa kali melakukan perjalanan ke Paris dan berkenalan dengan banyak pelukis terkenal sebelum akhirnya mulai menetap di sana di tahun 1904. Picasso menyewa studi yang dikenal sekarang dengan nama Bateau Lavoir di daerah seniman Montmartre.

Sejarah karir Picasso bisa di golongkan kebeberapa kategori, dari periode biru di awal karirnya, periode merah muda, periode kubisme yang merevolusi pakem2 lukis tradisional, periode klasik, periode persentuhan dengan surrialisme dan jaman peperangan. Setiap kritikus bisa memberi definisinya sendiri2, tetapi secara garis besar dapat diklasifikasikan seperti ini.

Periode Biru (1918-1924)

self portrait Pada masa ini Picasso banyak mengunakan monochrome biru sebagai latar dari lukisannya. Lukisannya bisa digolongkan sebagai realis (melukis sesuia apa yang dia lihat) dan jelas mengekpresikan kesulitan-kesulitan hidupnya di sini. « Hidup adalah untuk menderita » katanya saat itu.
Masa awal adaptasi di Perancis, problem yang dialamainya di Spanyol dan juga bunuh diri dari sahabatnya Casagemas memang sangat mempengaruhi lukisannya. Dipotret diri ini, siapa yang menyangkan bahwa pemuda dengan sorot mata kosong ini baru berumur 20 tahun ?




Periode Merah Muda (1905-1907)

Woman with Cloaves Seperti terlihat di Woman with Loaves di samping, pada periode ini Picasso mulai meninggalkan warna biru yang suram dan berganti warna merah muda. Wajah wanita ini masih terlihat suram tapi latar belakang merah muda lebih memberi energi dibanding biru di periode sebelumnya. Energi akan lebih terpancar di dalam karya-karya Picasso di periode berikutnya.

Palette Perubahan gaya pada periode ini juga dapat ditemukan di foto dirinya di samping. Masih menggunakan warna suram, walaupun dengan kadar kesuraman yang lebih rendah, perubahan terlihat jelas di bentuk wajah yang lebih lonjong, tubuh yang lebih kokoh, kuping yang lebih panjang dan bentuk keseluruhan yang memberi kesan magis. Periode ini adalah transisi Picasso dari gaya realis ke gaya kubisme yang akan menjadi ciri khas karir lukisnya.


Periode Kubisme (1907-1918)

Torse de femme Perkenalan Picasso dengan karya-karya pelukis Prancis terkenal, Cézanne berpengaruh pada gaya lukisnya. Cézanne berpendapat « Saya menerjemahkan bentuk real kedalam bentuk geometri dalam lukisan saya ».
Seperti terlihat di Torse de femme di samping, Picasso menerjemahkan bentuk tubuh seorang wanita kedalam garis-garis geometri seperti ide Cézanne. Karya-karya baru Picasso ini cukup mendapat tanggapan publik dan memberi warna baru pada perkembangan seni lukis di jaman itu. Salah satu pendapat datang dari kritikus Louis Vauxcelles « Dia mengurangi semuanya (bentuk real) dan mengubahnya ke patern geometrik dan kubus »

Dari sisi kehidupan pribadi,pada tahun 1917 bersama Jean Cocteau, Picasso melakukan perjalanan ke Roma untuk bekerja (costum dan dekorasi) pada pegelaran balet Russia, Diaghilev’s Ballet. Di sinilah Picasso berkenalan dengan salah satu penarinya, Olga Khokhlova yang pada Desember 1917 ikut kembali ke Paris bersama Picasso. Mereka menikah satu tahun kemudian dan tinggal di daerah Montrouge (sedikit di luar Paris).

Periode Klasik (1918-1924)

The race Di tandai dengan kelahiran putra Picasso & Olga, Paulo pada tahun 1921 di Fontainbleu 1921, pada periode ini Picasso sering menghabiskan waktu musim panasnya di pantai bersama keluarganya. Bathers adalah karya pantainya yang pertama, melukiskan tiga wanita sedang berjemur dengan latar belakan kapal layar dan mercu suar. Karya ini di buat di Biaritz, salah satu pantai terkenal di Barat Daya Prancis.

Salah satu lukisan terkenal dari periode ini adalah Women Running on the Beach atau lebih di kenal dengan The Race, melukisakan 2 wanita yang sedang berlari di pinggir pantai. Latar belakang biru terang dan permainan warna yang bertenaga jelas memberi energi pada lukisan ini. Permainan warna yang lebih berani akan lebih terlihat di periode-periode berikutnya.

Periode Surrealisme (1924-1937)

Marie Therese Periode ini ditandai dengan pengaruh surrealisme, Picasso ingin memberi efek 3 dimensi dalam karyanya. Seperti terlihat pada lukisan di samping, wajah wanita bisa ditafsirkan dari depan (2 mata dan satu hidung) dan juga dari samping (satu mata dan satu hidung).
Wanita di samping adalah Marie Therese Walter, yang mulai masuk ke dalam hidup Picasso sejak 1927 seiring dengan keretakan hubungannya dengan Olga.
Ciri khas lain Picasso pada masa ini adalah ketertarikannya pada tulang. Banyak lukisan manusia pada periode ini yang menggunakan tulang-tulang sebagai elemen dengan ditemani permainan warna yang kontras.






Periode Post-Surrealisme dan Pengaruh Perang & Politik (1937-1961)


Pada periode ini Picasso masih menggunakan gaya-gaya lukisannya terdahulu, dia juga mulai membuat karya-karya patung (ketertarikannya pada karya 3D sudah dapat dilihat di lukisan-lukisannya terdahulu) dan karya-karya keramik (Vallauns 1947-1954).

Guernica Ketertatikan Picasso pada politik mulai dapat dilihat dari lukisannya tentang perang Gernica 1937 (lukisan di samping) dan perang Korea. Pada lukisannya tentang perang Korea ini, Picasso melukiskan pembunuhan anak-anak dan wanita tidak berdaya oleh prajurit Amerika. Protes terhadap Amerika ini sejalan dengan keanggotaannya pada Partai Komunis Prancis sejak 1944.

Paulo et Paloma Pernikahannya dengan Françoise Gilet pada tahun 1943 memberinya dua anak Claude dan Paloma. Enfant Jouant avec Un Camion di samping melukisakan Claude dan Paloma yang sedang bermain mobil-mobilan. Pernikahan ini bertahan selama 10 tahun sebelum Françoise memutuskan untuk meninggalkan Picasso dengan membawa kedua anak mereka.

Jacqueline Wanita dalam hidup Picasso selanjutnya dan juga yang terakhir dalam hidupnya adalah Jacqueline Roune (Lihat lukisan Jacqueline aux mains croisées disamping) . Perkenalan yang dimulai pada tahun 1954, setahun setelah perpisahan dengan Françoise Gilet, dilanjutkan dengan pernikahan pada tahun 1961.



Tahun-Tahun Terakhir Karir Picasso (1946-1973)


Vielle homme Pengakuan publik terhadap karya-karya Picasso semakin besar, pada tahun 1963 di buka Museum Picasso di Barcelona. Mussé de Louvre, salah satu Museum paling besar di dunia, mengadakan pameran karya-karya Picasso di Grande Galerie Louvre pada 25 Oktober 1971 untuk memperingati 90 tahun umur Picasso.
Salah satu karya Picasso pada akhir karyanya adalah Viele homme assis di samping. Melukiskan seorang pria tua (dirinya) yang sedang duduk di kursi. Masih menggunakan teknik 3Dnya, bisa dilihat dari depan ( 2 mata dan satu hidung) dan juga dilihat dari samping (satu mata dan satu hidung).
Terlihat jelas di sini warna orange yang melambangkan terbenamnya matahari sebagai tanda akhir hidupnya. Warna ini juga sangat memberi energi, bahkan kalau kita bandingkan dengan potret dirinya saat berumur 20 tahun ….. Picasso di masa tuanya tampat jauh lebih muda, bersemangat dan berenergi dibanding masa mudanya.





copyright © 2002 Henricus HERWIN